02. Tempat Baru
Boleh dibilang ian memiliki sifat perfectionis berat. Tak pernah melakukan sesuatu tanpa rencana matang. Dalam hal kepindahan, ian telah menentukan sederetan kriteria untuk tempat berunya.
1st, tempat itu harus cukup luas untuk barang-barangnya. Lebih baik lagi jika menyediakan cukup ruang untuk mengatur koleksinya agar bisa dilihat kapan saja dia mau.
2nd, tempat itu harus menyediakan prifasi baginya. Syukur jika memiliki kamar mandi dan toilet sendiri. Dengan begitu ian tak perlu lagi ngantri kamar mandi. Dapur kecil tidak akan ditolak keberadaannya.
3th. keamanannya terjamin agar dia tidak takut barang-barangnya dicuri
4th. Suasana tenang, hal yang sudah lama ia rindukan.
5th. ada saluran telepon agar dia bisa mencolokkan modemnya.
6.th cukup murah untuk ukuran seorang supervisor produksi seperti dia.
Sulit juga, sebuah apartemen kecil mungkin bisa memenuhi persayratan 1 -5, tpai tidak mungkin memenuhi persyaratan ke 6. Gajinya takkan mampu membayar sewanya!
Tampaknya pencarian itu seperti mission imposible. Bedanya MI memecahkan masalah dengan bantuan peralatan canggih, sedangkan misi ini depecahkan dengan kebetulan. Persis Archimedes yang menemukan berat jenis, hanya saja ian tidak berlari-lari telanjang keliling kota!
Saat mencari rumah temannya, ian tersesat ke sebuah jalan buntu. Uniknya rumah disitu semuanya sama, bahkan nomornya pun sama, 550, bedanya dibelakang nomor itu ada huruf a-k.
Rumah2 menempel satu sama lainnya seperti ruko bertingkat dua. Hanya saja ukurannya kecil, dan terdapat didalam gang kecil, bukan pinggir jalan raya.
"Apakah rumah-rumah ini disewakan?" Tanya ian pada seorang ibu yang kebetulan berpapasan dengannya.
"Oh ya, tunggu sebentar,"ibu itu menjawab dan langsung pergi mencari pemilik rumah-rumah itu sebelum ian menyatakan minatnya untuk menyewa.
Sebetar saja pemilik ruma-rumah itu datang membawa kunci, mengajak ianmelihat-lihat. Lantai satu terdapat dapur kecil, nyaris tanpa pembatas dengan ruang tamu, ada kamar mandi kecil sekaligus toilet yang terlalu kecil untuk diberi bak mandi, hanya ada shower sebagai pengganti. Lantai dua ada ruang serba guna yang dibatasi dinding triplek dengan sebuah kamar tidur, selebihnya tempat menjemur cucian. Asyiknya ada line telepon dirumah itu!
Seharusnya ada tawar-menawar harga, tapi peilik rumah itu bersikeras dengan harga yang ada. Dalihnya ia tidak mau menerima komplain dari penyewa lain jika ian mendapat harga lebih murah. Tapi ian tak keberatan dengan harga itu, hanya 3 kali sewa kamarnya, tapi luasnya 6 x!
Belakangan ian tahu pemilik rumah itu bohong karena sewanya lebih mahal dari yang lain. Alasannya rumah itu ada line teleponnya. Padahal line itu dipasang oleh penyewa sebelumnya. Jadi bukan investasi pemilik.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home